Adanya kita digoa gelap.
Aku, Aku, dan Aku.
Tangan terikat.
Kaki terantai.
Kita menikmati bayang manusia.
Yang Terpampang jelas didinding goa.
Bertahun-tahun menikmati.
Tanpa sedikitpun menoleh kebelakang.
Sampai kita sadari itu bukanlah nyata.
Kita menoleh kebelakang.
Saling melepas ikatan dan rantai.
Mencoba keluar dari gelapnya goa.
Penuh harap dan resah.
Mencari sang pemilik bayang.
Ternyata sang pemilik bayang telah pergi.
Pergi meninggalkan ingatan.
Kini Aku, Aku, dan Aku.
Terikat serta terantai ingatan.
Bayang penuh kepalsuan.
Yang bersandar pada sinar kebohongan.
#AYD
Tidak ada komentar:
Posting Komentar